Saturday, July 9, 2011

I'll be Ok!

Ketika kau memilih semuanya dengan hati
Ketika semuanya kau kira baik
Ketika semuanya terasa tidak mengganggu
Sesungguhnya disaat itulah semua itu akan membuatmu hancur


Kalisa berulang kali mencoba untuk bisa telelap malam ini tapi kejadian tadi membuat hatinya menjerit. Tanpa disadari airmata menetes pelan dari kedua kelopak matanya, perlahan dan semakin deras.

"What's wrong with me! Just go away from me!" jerit kalisa sambil menghujamkan bantal kedinding melepaskan kekesalannya. Tangis kalisa menjadi-jadi ketika ia kembali melihat handphone-nya menanti pesan dari Geraldo.

"Aku bosan, ral" Kalisa memulai percakapan.
"Bosan kenapa honey?" kata-kata kalisa sepertinya sedikitpun tidak membuat Geraldo kehilangan selera makannya. Melihat itu kalisa kesal, merasa tak diacuhkan dia menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan perlahan.
"Aku mau kita putus, ral" Kalisa mengumpulkan keberaniaannya untuk satu kalimat ini dan kembali menghirup nafas dalam-dalam.
"Lho, kenapa honey?" Geraldo meletakkan sendok makan yang daritadi menemaninya dan menatap Kalisa datar. Mendengar jawaban dan melihat tatapan Geraldo padanya hanya membuat emosinya memuncak.
"It's over!" Kalisa beranjak meninggalkan Geraldo begitu saja.

Sambil berjalan dan sesekali melihat kebelakang, Kalisa tidak menemukan bayangan Geraldo. Kalisa juga sesekali melihat handphone untuk memastikan tidak ada pesan dari Geraldo. Benar saja, handphone-nya tidak berdering sekalipun walau dia sudah sampai dirumah. Geraldo tampaknya tidak keberatan sedikitpun dengan keputusan Kalisa, semua BIASA saja baginya.
Mengingat hal ini yang membuat Kalisa ingin berteriak. Orang yang sangat dicintainya tak mengenalnya sedikitpun. Dan tangis Kalisa pun meledak malam itu.

Aku membencimu!
Aku benar-benar sangat membencimu, ral ...
Aku capek, ral
Aku bosan dengan semuanya
kenapa kita begitu jauh walau aku ini kekasihmu?
sikap biasamu itu membuat ku MUAK!
Sekarang kau puas, ha?

Kalisa mencoret keras buku diary-nya sampai sebagian kertas lusuh. Tangannya gemetaran sampai pena yang dipegangnya jatuh. Kalisa hanya bisa menangis sambil memeluk tubuhnya.

"I'll be ok!" bisiknya.

No comments:

Post a Comment